JOGJA KALA SENJA - PROLOG

 

PROLOG

 

 

“Kota dimana kamu yang membuat kopi dan aku yang menikmati. Di tengah senja yang kian menjingga, Kota Jogja namanya.”

 

 

       Bahkan, latar tempat cerita ini sama sekali tidak di Jogja. Pun juga tokoh-nya. Alih alih dari Jogja, semua latar di cerita ini berdasar di Tangerang. Sebuah kota di bagian utara pulau Jawa yang tidak terlalu besar, tidak terlalu indah, pun juga tidak terlalu asri.

Dan pada setiap senja yang silih berganti bertengger pada langit pukul 6 sore, juga pada setiap gemintang yang menggantung di malam hari pukul 11, nyata nya Tangerang telah menjadi saksi bisu puluhan ribu kisah cinta di setiap sudut kota nya.

Tak kurang yang berhasil, juga tak kurang yang gagal.

Mungkin memang, Tangerang tidak pernah seindah Bandung atau secantik Jogja. Mungkin juga, Tangerang tidak pernah se sejuk pegunungan Dieng, atau semenakjubkan alun alun Purworejo.

Tapi percayalah, Tangerang selalu berhasil memaksa siapa saja membuat pengalaman tidak terlupakan disini.

      Termasuk Aku. Bhaskara Sejiwo. Seorang anak dari laki laki yang bekerja sebagai kepala Logistik perusahaan leasing terbesar di Indonesia, Juga wanita rumah tangga yang selalu penuh cinta.

Aku bukan siapa siapa. Hanya laki laki SMA berdarah jawa yang tinggal di sebuah daerah dengan sebutan “kota benteng”

Yang selalu bermimpi mengejar pendidikan ke kota Jogjakarta.

Bersekolah di SMA 56 Kota Tangerang dan memiliki seorang perempuan manis bernama Yoveva, hidupku biasa biasa saja, bahkan cenderung menyenangkan.

Hingga saatnya, ketika aku menginjak kelas 12 SMA. Tahun terakhir bersekolah di sana.

Banyak kejadian kejadian yang terjadi saat itu yang mengubah seluruhnya.

Permasalahan datang silih berganti, mulai dari tuntutan masa depan hingga tekanan orang sekitar.

Sampai semua masalah itu menyeruak, menyatu menjadi sebuah pertanyaan :

Jogja atau Jakarta?

Entah. Apakah aku bisa menyelesaikan semua itu sendirian. Sungguh.

Aku hanya ingin pergi ke Jogja, lantas menjadi dosen sejarah disana. Mimpi yang sederhana.

Bersama perempuan yang aku cintai, mengejar mimpi bersama sama.

Menjalani hari hari dengan tertawa, menikmati kopi di sudut kota,

Terutama ketika Jogja Kala Senja.

 


Komentar

ALDEBARAN 1 TERE LIYE - REVIEW by BONRG : BERKUMPULNYA LEGENDA DUNIA PARAREL!